Menggunakan Fitur Uang Muka Penerimaan dan Uang Muka Pengeluaran
Rahma Laila
Tanggal Pembaruan Terakhir 2 tahun yang lalu
PaYou.asia menyediakan fitur Uang Muka yang berfungsi untuk mencatat atau merekam transaksi, di mana terdapat penggunaan uang muka (Down payment / DP) di dalamnya.
2. Tujuan Pembayaran Uang Muka
a. Uang Muka Pengeluaran (Pelunasan)
b. Uang Muka Penerimaan (Tagihan)
4. Penerapan Uang Muka Pengeluaran pada Transaksi Pembelian
5. Penerapan Uang Muka Penerimaan pada Transaksi Penjualan
6. Pelunasan Uang Muka Pengeluaran dan Uang Muka Penerimaan
a. Pembayaran Hutang (Uang Muka Pengeluaran)
b. Pembayaran Piutang (Uang Muka Penerimaan)
7. Laporan Neraca Uang Muka Penerimaan dan Uang Muka Pengeluaran
1. Pengertian Uang Muka
Down payment atau uang muka berarti sejumlah uang yang dibayarkan di awal untuk pembelian, penjualan, dan servis suatu barang/jasa secara cicilan atau kredit.
Maksudnya, down payment adalah pembayaran dimuka untuk pembelian, penjualan, dan servis suatu barang/jasa yang dihitung berdasarkan pengurangan dari total harga dengan pembayaran dimuka atas barang/jasa yang dicicil.
2. Tujuan Pembayaran Uang Muka
Tujuan dari pembayaran uang muka adalah untuk memastikan bahwa kita tidak akan lupa melakukan pembayaran ataupun tagihan terhadap barang/jasa.
a. Uang Muka Pengeluaran (Pelunasan)
Maksudnya, untuk menghindari resiko “LUPA” karena sering kali kita lupa untuk melakukan pelunasan barang/jasa terutang yang kita miliki. Pengingat pembayaran cicilan seperti ini akan menghindarkan kita dari bunga berlebih akibat telat bayar, atau punishment-punishment lainnya.
b. Uang Muka Penerimaan (Tagihan)
Bertujuan untuk mengingatkan para pembeli/pelanggan/konsumen kita, agar mereka tidak lupa melakukan pembayaran dan pelunasan terhadap barang/jasa sesuai nilai kekurangan atau angsurannya.
3. Klasifikasi Uang Muka
Dimaksudkan sebagai identifikasi laporan atas pembayaran transaksi dengan uang muka yang telah terjadi.

Pada Info Klasifikasi, masukkan Nama dan Deskripsi,


kemudian bergeser ke Akun Penerimaan, Anda dapat membiarkan nya terisi otomatis atau memberikan penamaan sesuai keinginan Anda. Begitu pula dengan Akun Pengeluaran. Setelah usai klik “Simpan”

Nah, akun klasifikasi uang mukanya telah terbentuk. Akun ini akan merekam kegiatan transaksi dengan uang muka yang nantinya akan terlihat pada laporan neraca sebagai uang muka pengeluaran (di bagian aset) dan uang muka penerimaan (di bagian hutang).
4. Penerapan Uang Muka Pengeluaran pada Transaksi Pembelian
Penerapan uang muka pengeluaran terjadi atas pembelian produk/jasa ke supplier, pemasok, dll. Hal ini dapat Anda lakukan pada menu Transaksi > Pembelian > “Faktur Pembelian” > +Baru

Isi form faktur pembelian mulai dari Kontak (Supplier/Pemasok) > Unit Usaha > Gudang > Jenis Pajak > dan Deskripsi bila diperlukan.

Setelah itu, pilih Produk pembeliannya > (!) jangan centang Lunas > pilih Jenis Pembayaran > masukkan opsi lain yang dibutuhkan > tambahkan Uang Muka dan akumulasi Sisa pun terhitung otomatis.

5. Penerapan Uang Muka Penerimaan pada Transaksi Penjualan
Penerapan uang muka penerimaan berasal dari pembeli/pelanggan/konsumen yang telah bertransaksi atas pembelian produk/jasa yang kita jual. Anda dapat melakukannya pada menu Transaksi > Penjualan > “Faktur Penjualan” > +Baru

Isi form faktur penjualan mulai dari Kontak > Unit Usaha > Jenis Pajak > dan Deskripsi bila diperlukan.

Kemudian, pilih Produk penjualannya > (!) jangan centang Full Pay > pilih Jenis Pembayaran > masukkan opsi lain yang dibutuhkan > tambahkan Uang Muka dan akumulasi Sisa pun terhitung otomatis.

6. Pelunasan Uang Muka Pengeluaran dan Uang Muka Penerimaan
Untuk melunasi Hutang dan Piutang dagang atau dengan kata lain cicilan yang berasal dari uang muka sebelumnya, Anda sangat mudah melakukannya dengan fitur Daftar Hutang Pembelian dan fitur Pembayaran Piutang Penjualan.
a. Pembayaran Hutang (Uang Muka Pengeluaran)
Sebagai informasi terkait hutang dagang, Anda dapat melihatnya pada fitur Daftar Hutang Pembelian.
Dan lakukan pelunasan atau angsuran pembayaran hutang dagang Anda melalui menu Transaksi > Pembelian > Pembayaran Hutang Pembelian > klik Lihat > +Baru

Pilih Unit Usaha > tentukan Pemasok (jendela menampilkan beberapa nama pemasok serta jumlah hutangnya) > dan tambahkan Deskripsi bila diinginkan

Lalu pilih Nomor Faktur Transaksi Pembeliannya,

Kemudian Anda dapat mengubah Jumlah sesuai nominal pembayaran Anda,

Selanjutnya, pilih Akun Pembayaran

Nah, pembayaran hutang Anda sudah tercatat dengan PaYou.asia

b. Pembayaran Piutang (Uang Muka Penerimaan)
Sebagai informasi terkait piutang dagang, Anda dapat melihatnya pada fitur Daftar Piutang Penjualan.
Piutang pelanggan akan tercatat saat melakukan pelunasan atau angsuran pembayaran piutangnya kepada Anda melalui menu Transaksi > Penjualan > Pembayaran Piutang Penjualan > klik Lihat > +Baru

Pilih Unit Usaha > tentukan Pelanggan (jendela menampilkan beberapa nama pelanggan serta jumlah piutangnya)

Dan tambahkan Deskripsi bila diinginkan > Lalu pilih Nomor Faktur Transaksi Penjualannya,

Kemudian Anda dapat mengubah Jumlah sesuai nominal pembayaran/angsuran pelanggan,

Selanjutnya, pilih Akun Pembayaran > Masukkan Biaya Lain bila ada. Kemudian Anda bisa Posting atau Simpan Draft bila masih perlu di edit kembali.

Nah, pembayaran piutang penjualan Anda sudah tercatat dengan PaYou.asia

7. Laporan Neraca Uang Muka Penerimaan dan Uang Muka Pengeluaran
Uang muka penerimaan dapat Anda lihat pada menu Laporan > Neraca/Neraca 12 Bulan/Neraca Saldo

Maka, terbentuklah akun uang muka pengeluaran pada neraca terletak di posisi aktiva.

Dan akun uang muka penerimaan pada neraca yang terletak pada posisi pasiva.
